Cybercrime dan Keamanan Data   Leave a comment

Cybercrime dan Keamanan Data

Sebagian data-data yang dikrimkan melalui internet adalah data-data penting. Hal ini mengundang pihak lain untuk mencuri dan memanfaatkan data-data ttersebut untuk keuntungan pribadinya. Pencurian dan pemanfaatan data-data oleh orang yang tidak berhak merupakan sebuah kejahatan. Kejahatan yang berhubungan dengan Internet disebut dengan cybercrime.

  • Apa itu cybercrime?

Cybercrime dapat diartikan kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan sarana komputer. Atau dengan kata lain, cybercrime dapat juga diartikan sebagai kejahatan yang dilakukan di Internet atau dunia maya (cyberspace).

  • Keamanan  data dan jaringan

Ada dua bentuk aktifitas terhadap jaringan komputer, yaitu hacking dan cracking. Hacking adalah usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringan, sedangkan cracking adalah usaha memasuki secara ilegal jaringan denga maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file atau data yang disimpan di komputer-komputer yang ada di jaringan tersebut. Pelaku hacking disebut hacker dab pelaku cracking disebut cracker.

Berdasarkan hasil penelitian, tidak ada jaringan komputer yang benar-benar aman dari serangan cracker, spam, email bomb dan virus komputer. Yand dapat dilakukan adalah menjaga jaringan agar tidak mudah ditembus sambil terus meningkatkan sistem keamanan data dan jaringan.

Di sisi lain para cracker terus meningakatkan kemampuannya. Di internet dapat kita jumpai banyak sekali website yang memberikan informasi bagaimana menjadi seorang cracker dan cara-cara membobol sebuah jaringan komputer.

Di internet kita dapat menjumpai ada banyak program atau utility yang digunakan sebagai alat oleh para cracker, antara lain: IP Scanner, IP Sniffer, Network Analyzer, Email Bombs, Spamming, TCP Wrapper, Password Cracking, dsb. Dengan menggunakan tool-tool tersebut, seorang cracker dapat melihat langsung kemampuan pengamanan dan keamanan sebuah jaringan komputer, dan kemudian memanfaatkan kelemahan jaringan komputer tersebut untuk melakukan penyusupan.

Ada beberapa metode atau cara kerja yang digunakan para cracker untuk menyusup ke sebuah jaringan komputer, antara lain:

  1. 1.      Spoofing

Bentuk penyusupan dengan cara memalsukan identitas user sehingga cracjer bisa log in ke sebuah jaringan komputer secara ilegal. Pemalsuan identitas user ini menyebabkan cracker bisa log in seolah-olah sebagai user yang asli.

  1. 2.      Scanner

Menggunakan sebuah program yang secara otomatis akan mendeteksi kelemahan sistem keamanan sebuah jaringan komputer di jaringan lokal atau di jaringan yang lainnya. Dengan kata lain, cracker yang ada di jepang dapat melihat kelemahan sistem keamanan sebuah jaringan komputer yang ada di indonesia.

  1. 3.      Sniffer

Alat yang berfungsi sebagai penganalisis jaringan dan bekerja untuk memonitor jaringan komputer.

  1. 4.      Password Cracker

Program yang dapat membuka password yang sudah dienkripsi (dikodekan). Selain itu ada juga passwird cracker yang bekerja dengan cara menghancurkan sistem keamanan password.

  1. 5.      Destructive Devices

Program yang berupa virus yang dibuat untuk menghancurkan data-data.

Untuk menjaga keamanan data-data pada saat data tersebut dikirim dan pada saat data itu disimpan di jaringan komputer, maka dikembangkan teknik pengamanan data, antara lain:

  1. 1.      Internet Firewall

Internet firewall berfungsi untuk mencegah akses dari pihak luar ke sistem internal. Dengan demikian data-data yang berada di dalam jaringan komputer tidak dapat di akses oleh pihak-pihak luar yang tidak bertanggung jawab.

  1. 2.      Kriptografi

Kriptogarafi adalah seni menyandikan data. Data yang akan dikirim disandikan terlebih dahulu sebelum dikirim melalui internet. Di komputer tujuan, data tersebut dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh penerima.

Data yang disandika dimaksudkan agar apabila ada pihak-pihak yang menyadap pengiriman data, pihak tersebut tidak dapat mengerti isi data tersebut karena berupa sandi.

  1. 3.      Secure Socket Layer (SSL)

Jalur pengiriman data melalui internet melalui banyak transisi dan dikuasai oleh banyak orang sehingga rawan oleh penyadapan. Maka dari itu, browser dilengkapi dengan  Secure Socket Layer yang berfungsi untuk menyandikan data. Dengan cara ini, komputer-komputer yang berada diantara komputer pengirim dan penerima tidak dapat lagi membaca isi data.

Untuk itu, berhati-hatilah menyimpan data-data Anda dalam  jaringan komputer agar tidak mengalami cracking maupun hacking…..!!!!

Sumber: Teknologi informasi dan komunikasi (Henry Pandia) hal 157-161

Posted Januari 7, 2013 by irhana512 in Uncategorized

Tagged with , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: